Type something and hit enter

ads here
author photo
By On
advertise here
Kabar gembira lagi bagi para pecinta photographer dan videographer, Fujifilm telah meluncurkan kamera mirrorless terbarunya yang diberi nama Fujifilm X-H1 dipasar Indonesia. Kamera ini dihadirkan dengan memiliki kualitas bagus dan memiliki performa yang tinggi dikalangan mirrorless X series. Marketing Manager Electronics Imaging Fujifilm Indonesia, Anggiawan Pratama mengatakan, X-H1 menjadi kamera flagship saat ini di jajaran mirrorless X series. Karena itu segenap fitur handal diberikan vendor asal Jepang itu pada kamera tersebut. Secara fisik, bodi Fujifilm X-H1 mirip gabungan antara kamera X-T2 dan medium format GFX 50S. Di panel atas terdapat LCD untuk menunjukkan berbagai macam parameter kamera, menggantikan knob exposure compensation. Fujifilm X-H1 memiliki electronic viewfinder dan LCD dengan magnifikasi 0,75x di bagian belakang, dan layar sentuh 3 inci yang bisa ditekuk ke tiga arah, termasuk dalam orientasi portrait. LCD dan electronic viewfinder Fujifilm X-H1. Salah satu kegunaannya untuk keperluan video atau foto dalam mengambil komposisi low-angle. LCD screen ini juga memiliki fungsi touch screen yang cocok dipakai untuk membuat vlog. 


Salah satu fitur yang kehadirannya paling menonjol di X-H1 adalah peredam goyangan 5-axis yang ditempatkan di sensor, alias in-body image stabilizer (IBIS). Fujifilm X-H1 adalah kamera mirrorless pertama dari Fujifilm yang dibekali IBIS. Dengan accelerometer dan gyroscope tiga sumbu dan prosesor dual-core yang melakukan 10.000 kalkulas per detik untuk meredam goyangan IBIS milik X-H1 diklaim bisa memberikan kompensasi hingga 5,5 stop. Stabllisasi ini kompatibel dengan semua lensa seri XF dan XC besutan Fujifilm. Melengkapi fitur video-sentris X-H1, Fujifilm turut menyematkan simulasi film baru bernama Eterna, mengacu pada jenis film besutan Fujifilm yang sering digunakan untuk produksi film. Spesifikasi dari Fujifilm X-H1 terdiri dari sensor gambar APS-C 24,3 megapiksel dengan filter warna X-Trans III khas Fujifilm. Sensor tersebut dipasangkan dengan chip pengolah gambar X-Processor Pro. Advertisement mirrorless ini memiliki rentang sensitivitas ISO 100 hingga 12.800. (ISO 100-51.200 expandable) dan burst rate hingga 14 jepretan per detik. Berkat tingkat ISO yang tinggi, memotret di lingkungan yang minim cahaya maupun pada malam hari menjadi lebih mudah. Bagian atas Fujifilm X-H1 dilengkapi layar LCD untuk menunjukkan berbagai macam parameter kamera, menggantikan kenop exposure compensation. 

Fujifilm X-H1 menawarkan sistem AF dengan 325 titik hybrid (169 titik phase detect) tertanam di sensor. Kamera bisa mengambil gambar cukup cepat dengan 14 jepretan per detik. Kemampuan tersebut diklaim dapat memudahkan dan memberikan keleluasan kepada fotografer untuk membidik subyek yang sedang bergerak, terutama untuk kebutuhan memotret olahraga dengan tingkat gerakan yang cepat. Tidak hanya itu, kamera ini dibuat dengan ketahanan terhadap benturan yang lebih baik. Ukuran partikelnya turut ditingkatkan pada permukaan kamera yang melindungi body kamera lebih baik dari goresan. "X-H1 dibuat dust-resistant dan water-resistant untuk melindungi kamera dan dapat bekerja di suhu hingga -10°C ," kata Anggi saat acara Fujifilm X-Plore X-H1 yang berlangsung di Padang, Sumatera Barat. Selain dapat digunakan untuk memotret, Fujifilm X-H1 juga dapat digunakan untuk merekam video dengan hasil resolusi DCI 4K (4.096 x 2.160 piksel, 23,97 FPS dan 24 FPS), video full HD 1080p dengan frame rate 120 FPS, high bit rate recording sebesar 200 Mbps, format F-Log, verbal time code, dan mikrofon internal berkualitas tinggi (25-bit/ 48 KHz).

Click to comment