Type something and hit enter

ads here
author photo
By On
advertise here
Saat ini gemar ber-selfie ria sudah merambah ke berbagai kalangan masyarakat dan tidak lagi pandang bulu, dari yang anak-anak hingga dewasa. Hal ini pun memicu adanya kompetisi bagi berbagai kalangan vendor smartphone yang mulai berlomba menghadirkan smartphone dengan kamera depan terbaik. Namun, tidak sama halnya dengan yang dilakukan dengan vendor yang satu ini, Samsung yang baru saja meluncurkan flagship S9 dan S9 plus di Barcelona, Spanyol. Samsung ini membuat unggulan yang tidak biasa dari smartphone yang lain yaitu dengan mengutamakan inovasi pada kamera belakang dengan fitur perekaman video gerak lambat, super slow-motion 960 fps dan dual-aperture (F/1.5 dan F/2.4). Menurut Corporate Marketing Director Samsung Indonesia, Jo Semidang, semua tren -termasuk selfie- sifatnya dinamis dan cepat berganti. 


"Yang kami observasi, masyarakat juga sudah mulai bosan dengan selfie. Ada yang menganggap kesannya kok narsistik banget. Sekarang arahnya lebih ke 'gue ngapain', bukan 'ini muka gue'," kata Jo.Adapun tujuan disematkannya fitur canggih pada kamera Galaxy S9 dan S9 Plus adalah agar lebih banyak orang yang mampu menghasilkan konten visual apik. Foto dan video kini semakin sering dibagi di media sosial, sehingga standarnya pun semakin tinggi. "Kenapa orang-orang meng-capture momen? Karena ada keinginan sharing. Gara-gara semua orang sharing, standar kontennya jadi semakin tinggi. Kalau fotonya asal-asalan, nanti nggak dapat like," Jo Semidang menuturkan. 

Adu kreativitas Hal ini diiyakan fotografer profesional sekaligus pebisnis, David Soong. Ia membandingkan susahnya membuat konten visual yang apik sebelum ada inovasi teknologi kamera smartphone akhir-akhir ini. "Dulu bikin foto dan video yang bagus perlu pengetahuan yang dalam. Alatnya juga harus oke. Sekarang semua orang bisa berkarya, tinggal adu kreativitasnya," kata dia. "Teknologi mengubah budaya dan kebiasaan orang. Nanti pasti banyak yang bikin video dramatis dengan super slow-motion. Semua orang jadinya bisa creating something fun. Technology makes it easy for everyone," ia menambahkan. Fitur super slow-motion pada Galaxy S9 dan S9 Plus memungkinkan pengguna menangkap 960 bingkai visual per detiknya, alias frame per second (fps) pada resolusi 720p. Hal ini untuk meningkatkan efek dramatis dari sebuah peristiwa. Super slow-motion 960 fps ini empat kali lipat lebih lambat dibandingkan video slow-motion di Galaxy S8 dan S8 Plus yang hanya 240 fps. Samsung juga menyediakan pendeteksi gerak otomatis (motion detection) dalam tiap tangkapan perekaman. 

Pengguna dapat membidik 12 kali super slow-motion dalam satu video berkelanjutan. Untuk momen 0,2 detik, fitur teranyar di Galaxy S9 dan S9 Plus ini mampu memperlambatnya menjadi 6 detik. Adapun fitur dual-aperture (F/1.5 dan F/2.4) membuat pengguna bisa membidik foto yang apik dalam segala kondisi cahaya, terang maupun gelap. Bukaan F/1.5 sendiri adalah yang pertama kali disematkan pada kamera smartphone.

Click to comment